Greysia Polli dan Apriyani Rahuyu Peraih Emas Olimpiade Tokyo 2020
Ketika saya kecil selalu diceritakan bagaimana hebatnya negara kita dalam mengusir penjajahan dengan bambu runcing dan betapa kuatnya perjuangan pahlawan kita dalam merebut kemerdekaan. Namun dengan berjalannya waktu saya mulai berpikir apakah ada sosok super hero atau pahlawan dikala jaman sudah tidak berperang lagi seperti sekarang. Pikiran itu mulai terjawab ketika saya pertama kali menonton final Olimpiade cabang bulu tangkis tahun 2004, ketika Taufik Hidayat keluar sebagai juara 1 dan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan disaksikan oleh seluruh dunia bahwa Indonesia Juara. Dari situ saya merasa bahwa atlet juga dapat menjadi pahlawan bagi negeri ini tanpa harus berperang dengan pertumpahan darah.
Namun terdapat sederet kisah pilu ketika atlet memasuki masa pensiun tidak seindah ketika mereka pada masa juara. Sederet kejuaran yang mereka dapat namun banyak dari mereka yang hidup susah dan kurang mampu. Dengan fakta yang seperti ini betapa mirisnya kira melihat kurangnya perhatian dari pemerintah terhadap para atlet yang sudah membawa harum nama Indonesia di dunia Internasional.
Abdul Razak Mantan Atlet Dayung Nasional
Seperti pada gambar di atas bapak Abdul Razak dengan bergelimangnya mendali yang dia raih saat muda namun tidak menjamin kehidupannya di masa tua kini dia hanya berprofesi sebagai nelayan dengan pendapatan yang pas-pasan. Adapun sederet penghargaanya yang beliau raih sejak mewakili Indonesia di ajang internasional ialah pada saat SEA Games Malaysia beliau meraih empat medali emas pada kategori sayap 1 jarak 500 meter, sayap 2 500 meter, sayap 3 1.000 meter, dan sayap 4 jarak 1.000 meter. Kemudian di ajang Asian Games Beijing 1990 beliau kembali mewakili Indonesia beliau dan timnya meraih mendali perunggu pada ajang tersebut. Dengan banyak pencapaian beliau tidak menjamin kehidupan beliau di masa pensiun dari sini kita dapat melihat bahwa betapa masih kurangnya perhatian dari pemerintah terhadap olahraga yang dimana yang mendapatkan perhatian ketika menjadi juara namun dilupakan ketika memasuki masa pensiun, seolah - olah mereka bukan siapa - siapa padahal mereka merupakan sosok Pahlawan Indonesia namun tanpa pertumpahan darah.
Dengan berkembangnya jaman semakin maju juga teknologi, kini terdapat sebuah aplikasi super ya super seperti namanya sebuah aplikasi yang dapat membantu agen dan toko kelontong untuk kulakan sembako dan barang kebutuhan pokok dengan cara lebih mudah dan harga lebih murah. Aplikasi Super juga memudahkan proses kelola barang dan manajemen toko menjadi lebih efisien. untuk mendapatkan aplikasi dapat di akses dilaman berikut ini : https://superapp.id/
Komentar
Posting Komentar